Tak ada orang tua yang menunggu di rumah. Tak ada biaya untuk periksa ke dokter.
Tapi mereka tetap bertahan—di tengah keterbatasan yang tak semua orang tahu.
Di balik hiruk pikuk kehidupan, masih banyak yang berjalan dalam sunyi.
Anak-anak yatim piatu yang kehilangan pelukan orang tua.
Dhuafa yang tengah terbaring sakit, namun tak mampu mengakses pengobatan layak.
Mereka hidup dalam kekurangan. Seolah tanpa pelita, tanpa sandaran.

🧒🏻 Anak Yatim Piatu yang Kehilangan dan Terlupakan
Ada anak-anak yang tidur berdesakan, bukan karena bermain, tapi karena tak ada ruang yang cukup.
Mereka makan seadanya, memakai pakaian warisan, dan merindukan kasih sayang yang sudah tiada.
Beberapa dari mereka kehilangan keluarga sekaligus harapan.

🤕 Dhuafa yang Terbaring dalam Sakit
Ada pula yang terbaring lemah, ingin sembuh namun terhalang biaya.
Kondisi ekonomi yang berat membuat pengobatan terasa seperti mimpi.
Mereka hidup di antara doa dan air mata, berharap ada uluran tangan kebaikan.

🌟 Mengapa Kita Harus Peduli?
Islam memuliakan mereka yang menyantuni yatim dan membantu orang sakit.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini.”
Lalu beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah, serta merenggangkan keduanya. (HR. Ahmad)
Hadis ini menggambarkan bahwa kedudukan orang yang peduli terhadap anak yatim sangat dekat dengan Rasulullah ﷺ di surga.
Bersedekah untuk mereka adalah amal jariyah—pahala yang terus mengalir tanpa putus.
💡 Infaq Kita Bisa Menyalakan Harapan
Melalui Lentera Sesama, Gerakan Infaq Kebaikan menyalurkan bantuan langsung kepada mereka yang membutuhkan:
✅ Paket kebutuhan pokok untuk yatim piatu & dhuafa sakit
✅ Bantuan biaya pengobatan dan keperluan kesehatan
✅ Perlengkapan harian untuk anak-anak yatim
✅ Pendampingan emosional dan kunjungan kasih sayang
❤️ Kita Tak Perlu Menjadi Kaya untuk Membantu
Kadang, cukup dengan Rp1.000 setiap hari.
Cukup untuk memberi makan satu keluarga.
Cukup untuk menyampaikan bahwa mereka tak sendirian.
“Tak harus mengenal, tak harus viral.
Mereka hanya butuh satu hal dari kita: kepedulian.”
Saatnya bantu sesama, satu per satu.
👉 Klik di sini dan titipkan infak terbaikmu melalui Program Dompet Gerakan Infak Kebaikan
