
Karena mereka tidak membutuhkan belas kasihan.
Mereka hanya membutuhkan kesempatan untuk berdiri sejajar.
Di balik keterbatasan fisik yang tampak, tersimpan daya juang yang luar biasa. Sayangnya, dunia masih terlalu sering melihat mereka sebagai beban—bukan sebagai pribadi yang penuh potensi. Padahal yang mereka butuhkan bukanlah simpati semata, melainkan dukungan yang nyata agar bisa hidup mandiri, berdaya, dan bermartabat.
Yang mereka butuhkan hanyalah kesempatan yang adil:
➡️ Kesempatan untuk belajar.
➡️ Kesempatan untuk bergerak.
➡️ Kesempatan untuk hidup mandiri, tanpa bergantung seumur hidup pada bantuan.
![]()
Menanti doa-doa orang baik